Press "Enter" to skip to content

AJI Makassar Gelar Pelatihan Menulis Lanjutan Buat Komunitas Perempuan

MAKASSAR, – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar kembali menggelar workshop untuk komunitas perempuan di Makassar. Workshop ini sudah yang ketiga kalinya untuk komunitas peremupuan yang digelar AJI Makassar dan bekerjasama dengan Development and Peace (DnP) Kanada.

Workshop kali ini, AJI Makassar mengundang 15 komunitas perempuan dari berbagai unsur dan latar belakang. Hampir seluruh peserta yang datang merupakan perwakilan dari kemunitas yang pernah ikut sebelumnya. Ketua Panitia Rahmat Hardiansya mengatakan, peserta memang diupayakan adalah komunitas yang pernah ikut workshop AJI Makassar.

Workshop ini digelar di Hotel Amaris Hertasning Makassar selama dua hari, yakni Sabtu 30 Mei dan Minggu 31 Mei. Ketua AJI Makassar Gunawan Masha berharap peserta workshop pada saatnya nanti mampu menjadi jembatan dalam komunitasnya masing-masing.

“Kami maunya, setelah pelatihan ini setiap peserta akan makin kritis dalam menyuarakan aspirasi atau persoalan krusial di sekitarnya,” kata Gunawan, Sabtu (30/5/2015).

Kegiatan AJI Makassar kali ini menghadirkan pemateri A Harja Murni dari The Jakarta Post dan Salma Tadjang, Pemerhati Perempuan. Sepanjang kegiatan, difasilitatori oleh Ina Rahlina dari AJI Makassar.

Salma Tadjang membawakan materi mengenai pengenalam pemberitaan yang etis mengenai perempuan dilihat dari tinjauan HAM dan Ekosop. Di sesi kedua, Andi Hajramurni member materi mengenai bagaimana menyiapkan dan menyusun sebuah laporan dalam media. Pada hari pertama workshop, Ina Rahlina memberikan bentuk simulasi bagaimana memetakan isu media apakah layak atau tidak layak untuk dimuat.

Menurut Salma, masyarakat masih belum membedakan antara gender dan seks. “kita cenderung berpikir pekerjaan laki-laki itu bersifat produktif sedangkan perempuan bersifat reproduktif, artinya pekerjaan perempuan selalu berada pada wilayah domestik,” jelasnya.

Andi Hajramurni memberikan materi lebih teknis mengenai bagaimana berita, angel, dan beberapa kasus mengenai media.