Press "Enter" to skip to content

AJI Makassar: Tidak Tepat Nurdin Abdullah Berikan Privilese Jurnalis untuk Tes Cepat Covid-19

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar rapid test (tes cepat) Covid-19 khusus untuk kalangan jurnalis di Kota Makassar. 50 jurnalis di Makassar yang sudah didaftarkan melalui Humas Pemprov Sulsel akan menjalani rapid test yang dijadwalkan Rabu siang (15/04/2020) di klinik rumah jabatan gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar menilai, kebijakan tes cepat khusus untuk kalangan jurnalis merupakan sebuah pengistimewaan atau privilese, padahal Covid-19 bisa menyerang siapa saja, tidak memandang suku, agama, ras dan termasuk profesi seperti jurnalis.

Mengamati hal itu, AJI Makassar menyatakan sikap:

1.    Meminta kepada Gubernur Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, tidak memberikan privilese bagi jurnalis untuk mengikuti tes cepat Covid-19 seperti yang direncanakan. Pengistimewaan Nurdin Abdullah kepada jurnalis tidak tepat. Tes cepat seharusnya mengacu pada klaster penyebaran virus korona, termasuk harus mengacu pada status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

2.    Tes cepat Covid-19 menggunakan darah juga hanya mengukur antibodi sampel, dan rentan terhadap negatif palsu, karena tidak dapat mendeteksi antibodi pada tahap awal infeksi. Berdasarkan data rujukan, tes yang paling efisien seharusnya menggunakan  tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

3.    Tes secara massal yang digelar juga harus mengacu protokol Covid-19 seperti menjaga jarak. Jika tidak mengacu pada protokol Covid-19, maka yang sehat dan datang ke tempat tes massal juga berpotensi tertular virus korona.

Aliansi Jurnalis Independen bersama Komite Keselamatan Jurnalis serta Jurnalis Krisis dan Bencana telah mengeluarkan Buku Protokol Keamanan Liputan dan Pemberitaan Covid-19. Buku dapat diunduh dibit.ly/PanduanCovid19Jurnalis.

Narahubung:
Nurdin Amir, Ketua AJI Makassar
085343887972

Nurlina Arsyad, Sekretaris AJI Makassar
085242656382